Kenapa Dunia Kampung Santri Terasa Sepi?

Hari Jumat, tanggal 24 Oktober 2025.

Catatan harian santri ; 

“Ini bukanlah hari perpulangan, bukan juga hari kedatangan. Tapi banyak santri yang seolah hilang, tak terlihat mata.”

“Pagi yang berkabut ini mengandung sedih. Karena ternyata banyak yang tak sanggup untuk bertahan.”

“Beberapa akhirnya dipulangkan, demi memperoleh kondisi yang lebih baik.”

Semua berawal dari kehendak Allah yang mendatangkan virus di negri ini. Kampung Santri dilanda sebuah penyakit, yang tidak diketahui jelasnya, dan menimpa sebagian besar dari populasi santri di Kampung Santri.

Banyak yang sakit, tumbang, bahkan sampai harus dipulangkan karena kondisi yang mengkhawatirkan. Hal inilah yang menyebabkan Jumat, 24 Oktober 2025 terasa begitu sepi. 

Pagi itu santri masih berangkat untuk halaqah pagi, tapi siapa sangka, ternyata itu adalah halaqah terakhir di bulan Oktober.

KBM ditiadakan tiba-tiba di awal jam pelajaran, membuat para santri bingung sekaligus senang. Ternyata semua diharuskan untuk kembali ke asrama, beristirahat dan memulihkan tubuh.

Sabtu 25 Oktober 2025, halaqah subuh dan pagi ditiadakan, KBM ditiadakan, murojaah malam ditiadakan, kelas malam ditiadakan, dan kewajiban untuk pergi ke masjid setiap waktu shalat dihilangkan. Para santri hanya diharuskan untuk beristirahat sepanjang harinya. Hingga situasi kian membaik.

Rabu 5 November 2025, new normal mulai berjalan. Sedikit demi sedikit kegiatan kembali dilakukan. Sampai nanti agenda di Kampung Santri kembali diberlakukan secara normal.